Panduan Web Hosting (2020)

Jika Anda belum pernah menggunakan web hosting sebelumnya mungkin akan bingung ketika menjumpai beberapa istilah yang tidak Anda ketahui. Tanpa pengetahuan tersebut mungkin akan sulit untuk memilih web hosting yang tepat. Panduan hosting ini dibuat untuk membantu Anda dalam memahami lebih lanjut akan seputar web hosting.
authorKamus HostingLast Updated 0 Comments
panduan web hosting

Era digital kini semakin maraknya para pengguna beranjak untuk menggunakan media online sebagai salah satu upaya dalam melakukan promosi ataupun penjualan suatu produk (barang dan jasa).

Keterbatasan dalam hal teknis (berhubungan dengan membuat dan mengelola suatu website) menjadi salah satu alasan mengapa masih banyaknya para pengguna yang hanya menggunakan media sosial seperti facebook ataupun instagram sebagai halaman portfolio yang sekaligus menjadi media untuk promosi dan penjualan suatu produk ataupun jasa.

Website merupakan suatu media yang juga dapat digunakan untuk melakukan aktivitas seperti diatas, bahkan bisa jauh lebih baik alias bisa menjadi prioritas dalam skala tertentu.

Sedangkan untuk membuat website, maka pertama-tama yang dibutuhkan adalah domain, web hosting, dan juga platform website (media yang digunakan untuk membuat dan mengelola suatu website, misalkan saja WordPress, Joomla, ataupun Drupal).

Nah, pada halaman ini akan fokus pada pembahasan web hosting, guna untuk membantu Anda dalam memahami lebih lanjut akan pengertian hosting, jenis hosting, perbedaan domain dan hosting, dan lain sebagainya seputar web hosting.

Apa Itu Web Hosting?

Web hosting atau biasa disebut dengan hosting merupakan suatu tempat atau wadah untuk menyimpan, memproses, dan memuat file data suatu website hingga tampil pada halaman browser. Web hosting merupakan istilah yang diambil dari kata hosting untuk website.

Hosting bisa kita dapatkan dengan dua cara, yang pertama adalah menggunakan komputer sendiri dan yang kedua dengan cara menyewa hosting melalui pihak atau provider hosting yang banyak ditemukan dipasaran online.

Dari kedua cara tersebut yang terbilang mudah dan hemat adalah dengan cara menyewa hosting, dengan begitu tidak perlu melakukan setup atau maintenance pada komputer atau server pribadi dan biaya yang dikeluarkan sangat sedikit jikalau dibandingkan harus membeli komputer (server) sendiri dan juga perlengkapan atau peralatan lainnya.

Host pada dasarnya hanyalah sebuah komputer yang dapat diakses melalui jaringan, bisa berupa klien, server, ataupun jenis komputer lainnya. Setiap host memiliki pengenal unik yang disebut hostname yang memungkinkan komputer lain dapat mengaksesnya. Kamus Hosting

Untuk membuat website secara online, Anda memerlukan web host untuk menyimpan semua file data dan membuatnya terhubung dalam jaringan internet. Nama domain seperti KamusHosting.com, sebenarnya merupakan sebuah IP Address yang mengarah ke komputer atau web host tertentu. Ketika seseorang memasukkan nama domain tersebut pada halaman browser, maka IP Address akan diakses dan file data dari web host akan diproses dan dimuat hingga tampil pada halaman browser Anda.

Apakah sampai disini sudah paham mengenai web hosting? Jikalau masih ada yang perlu dipertanyakan maka tinggalkan dalam kolom komentar dibawah.

Mengenal Jenis (Tipe-tipe) Web Hosting

jenis web hosting

Penting untuk memahami jenis web hosting yang beredar di pasaran, dengan begitu maka diharapkan Anda dapat memilih web hosting yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Secara garis besar, jenis hosting dapat menggambarkan skala atas penggunaan atau kebutuhan saat ini. Mengenai adanya peningkatan kebutuhan dimasa mendatang maka bisa melakukan upgrade ke jenis hosting selanjutnya (yang lebih powerful).

01. Shared Hosting

Shared hosting adalah salah satu jenis hosting yang populer dan paling sering digunakan untuk kebutuhan website baru. Bagi Anda yang memiliki dana minim, maka shared hosting merupakan pilihan yang tepat. Pasalnya, layanan ini ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Shared hosting sesuai dengan namanya merupakan jenis hosting yang menempatkan beberapa domain atau website pada server yang sama (digunakan bersama-sama dengan pengguna lainnya), yang mana sumber daya server (CPU, RAM, dan lain-lain) akan terbagi-bagi untuk semua website yang masuk kedalam server tersebut.

Salah satu kriteria shared hosting terbaik adalah penyedia hosting mampu dalam membatasi kapasitas pengguna dan atau sumber daya bagi para pengguna dalam sebuah server. Dengan begitu penggunaan server untuk shared hosting terbilang proporsional alias tidak over load pengguna.

02. Email Hosting

Tidak jauh berbeda dengan shared hosting, hanya saja email hosting merupakan jenis hosting yang difokuskan untuk membuat dan mengelola email secara mandiri. Salah satu manfaat menggunakan email hosting adalah performa hosting yang diberikan bisa maksimal, berbeda dengan penggunaan email hosting yang menjadi satu dengan website hosting.

Kondisi diatas, apabila email dan website ditempatkan pada hosting yang sama maka sumber daya yang didistribusikan akan terbagi alias mengurangi performa website dikarenakan hosting juga memproses keluar-masuknya email. Kebutuhan akan email hosting dianggap penting ketika kebutuhan akan email sudah terbilang cukup besar atau sering. Email Hosting Terbaik di Indonesia

03. Cloud Hosting

Cloud hosting adalah layanan hosting yang terintegrasi dengan beberapa server, sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi dengan kinerja sebuah hosting yang memiliki basis cloud karena dengan adanya integrasi atau saling berhubungan antara satu server dengan server yang lainnya.

Artinya ketika terdapat satu server yang sedang down maka akan ditompang/dibantu dengan server lainnya untuk menjaga website Anda tetap online.

Tidak hanya berfokus pada kestabilan suatu server namun juga membantu website Anda lebih cepat diakses oleh user, umumnya cloud hosting memiliki beberapa server yang tersebar diberbagai daerah atau bahkan negara.

Tambahan saja, banyak ditemukan penyedia hosting dipasaran online yang menawarkan cloud hosting bukan atau tidak sesuai dengan definisi diatas melainkan cloud hosting dianggap memiliki spesifikasi dan performa yang jauh lebih baik dibandingkan dengan shared hosting.

04. Virtual Private Server (VPS)

VPS (Virtual Private Server) sebenarnya hampir sama dengan jenis shared hosting. Hanya saja, sumber daya yang digunakan lebih tinggi. Dengan menggunakan jenis hosting yang satu ini, maka klien bisa menggunakan seluruh sumber daya sekaligus menginstall aplikasi yang ada tanpa harus membaginya dengan klien lain.

VPS sangat cocok digunakan untuk website yang memiliki lalu lintas tinggi. Akan tetapi jenis hosting ini membutuhkan tingkat teknis yang cukup rumit (non managed), sedangkan kalau memilih versi yang managed atau dikelola oleh pihak hosting maka terdapat biaya tambahan.

05. Dedicated Server

Dedicated server merupakan jenis hosting yang menguasai satu server secara penuh, alias bakal mendapatkan satu server secara fisik dan memiliki kontrol penuh didalamnya. Berbeda dengan VPS, dedicated server adalah server itu sendiri dan bukan lagi partisi (bagian) dari server. Mudahnya, apabila Anda menyewa layanan dedicated server maka sama saja dengan Anda menyewa satu server dan biaya yang dikeluarkan sangat mahal.

Perbedaan Dedicated dan Colocation Server

Kedua server tersebut sebenarnya merupakan jenis server yang sama, perbedaannya terletak pada komponen hardware. Pada dedicated server untuk komponen hardware akan didapat dengan menyewa dari data center sedangkan colocation server mengenai kebutuhan hardware, software, dan lain sebagainya adalah modal sendiri, lalu akan diletakkan pada data center untuk dikelola.

Mengetahui Perbedaan Web Hosting dan Domain

perbedaan web hosting dan domain

Secara tidak langsung penjelasan diatas sudah bisa menjawab perbedaan antara web hosting dan domain. Berbicara mengenai website, web hosting dan domain merupakan suatu kesatuan alias saling berhubungan. Secara singkat bisa dijelaskan bahwa domain merupakan sebuah alamat dan web hosting merupakan sebuah rumah, lebih jelasnya silahkan simak dibawah ini.

Pengertian Web Hosting

Web hosting adalah sebuah wadah untuk menyimpan file data suatu website, file data yang dimaksud bisa berupa teks, gambar, video, musik, coding, dan lain sebagainya. Jika semua file data disatukan dengan struktur coding yang benar maka munculah sebuah template alias tampilan website secara visual (seperti yang Anda lihat pada halaman ini).

Pengertian Domain

Domain adalah sebuah nama yang diberikan secara unik untuk mempermudahkan dalam mengakses sebuah server komputer pada suatu jaringan yang dinamakan internet, hal ini bertujuan untuk mempermudahkan seseorang untuk mengakses suatu website.

Penjelasan lainnya, nama domain adalah sebuah penamaan alamat website yang merupakan alias dari IP Address. Demi kemudahaan dalam mengingat dan juga mengakses sebuah website maka IP Address yang awalnya merupakan sederetan angka (contoh: 182.128.101.018) kini telah dipermudah hanya dengan menggunakan nama domain (contoh: KamusHosting.com).

Dengan menggunakan domain maka kita tidak perlu lagi susah-susah mengingat IP Address hanya untuk mengakses sebuah alamat website. Tidak terbayang juga betapa susahnya jilakau kita mengingat website seperti Google, Facebook, dan Twitter melalui IP Address (seperti contoh yang Saya berikan diatas), pastinya akan pusing sekali ya.

Hubungan Web Hosting dan Domain

Pada umumnya sebuah domain terhubung dengan hosting melalui nameserver. Hubungan domain dan hosting sangat berkaitan antara satu dan yang lain, tentu saja kita tidak bisa menggunakan salah satunya saja. Jika hanya mengakses sebuah domain tanpa adanya hosting maka tidak akan ada data yang termuat pada browser Anda dan juga sebalikya jika hanya mengandalkan hosting maka tidak ada sebuah alamat yang dapat mengakses segala data yang berada pada hosting tersebut.

Cara Kerja Web Hosting dan Domain

cara kerja web hosting dan domain

Untuk mempermudah dalam memahami konsep atau cara kerja web hosting dan domain bisa langsung menyimak penjelasan dibawah ini:

  • Pengguna mengakses sebuah website menggunakan nama domain melalui browser (address bar) dengan menggunakan jaringan internet atau biasa disebut dengan Http(s) Request.
  • Nama domain yang diakses memiliki NS (Nameserver) yang mengarah pada web host atau server tertentu, jikalau domain tersebut belum dilakukan setup NS maka tidak akan mengarah ke web host manapun selain kembali web host dimana domain tersebut dibeli, misalnya domain tersebut beli di Namecheap maka akan muncul halaman default untuk domain parking.
  • Katakanlah domain telah dilakukan setup NS dan mengarah ke web host atau server tertentu, setelah web host menerima request dari domain tersebut maka disinilah fungsi DNS untuk membaca setiap record dari nama domain dengan cara mengubahnya menjadi IP Address lalu mengarahkan ke directory host yang bersangkutan. Web host juga memiliki peran penting, ketika domain tersebut tidak tercatat dalam DNS Record maka domain yang diakses akan terjadi kesalahan alias error.
  • Katakan semua proses diatas sudah dilakukan dengan benar, maka langkah selanjutnya adalah web host akan memproses request tersebut lalu merespon atau memuat file data kehalaman browser pengguna yang mengakses website (domain) tersebut.
  • Memuat file data bergantung sama struktur coding dan atau setup dari web host itu sendiri, ada yang berupa request to download dan ada pula yang berupa request halaman website hingga tampil secara visual pada halaman browser (seperti yang Anda lihat saat ini).

Pada intinya, setup harus dilakukan pada kedua sisi yaitu dari sisi web hosting dan juga domain. Jika salah satu terdapat kesalahan setup maka halaman website tidak dapat diakses atau terjadi error. Kamus Hosting

Tuliskan Komentar Anda